Selasa, 19 Juli 2016

Assalaamu'alaikum, Helmiy

Tak ada kekuatanku untuk memaksamu menjadi sepertiku yang dahulu. Antara cinta dan tidak cinta, itu tak bisa disamakan.

Baiklah, aku memang tak menyukai sifatmu, cara hidupmu, dan tak bisa bangga hidup denganmu. Tapi, apakah pernikahan hanya tentang itu?

Baiklah, silahkan jika ingin menyerah. Ada beban dalam hatiku yang sulit sekali orang tahu.

Tapi tak mengapa. Aku bisa mencoba dan mencoba lagi untuk terbiasa tanpamu. Ini hanya karena aku kurang konsisten meski telah berlalu satu tahun.

Satu-satunya jalanku adalah..pergi dari kota ini.

Selamat tinggal, Helmiy. Semoga bahagia dengan pilihanmu.

Wassalaam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar