Selasa, 05 Juli 2016

Surat ke-7: Memendam Rindu untukmu, Muhammad

Hari ini, sehari sebelum idul fitri, aku mudik bersama keluarga adik dari Ibuku. Kami pergi mudik ke daerah asalmu; Jawa Barat. Kalau kau Majalengka, maka aku akan pergi ke Bandung.

Muhammad, sudah beberapa hari ini aku merindukanmu. Tak ada kabar darimu sejak terakhir kali kita bertemu. Apa kau sudah pulang ke rumahmu? Sedang apa? Apa yang kau lakukan sekarang? Aku menyapamu, tapi kau tetap tak ada. Dua orang dari masa lalu datang dan mereka hampir membuat hatiku ragu. Membuatku ingin menyerah tentangmu lalu memilih salah satu di antara mereka.
Aku merindukanmu, Muhammad. Salahkah aku berharap pada Tuhan untuk memberikan jalan terbaik bagi kita? Bagaimana denganmu? Apa kau masih merindu padaku seperti dulu?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar